PEMBELAJARAN BERBASIS BIMBINGAN
PEMBELAJARAN BERBASIS
BIMBINGAN
(Mengkaji
Model Pembelajaran yang Berorientasi pada Pengembangan Individu)
A.
Pengertian
Pembelajaran
Pembelajaran sebagaimana dicantumkan
dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003, adalah proses interaksi peserta didik
dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Menurut Oemar
Hamalik, pengajaran/pembelajaran adalah suatu prose yang kompleks, dimana di
dalamnya terjadi interaksi antara mengajar dan belajar. Di dalam proses ini, terdapat
berbagai aspek atau faktor, yakni guru, siswa, tujuan, metode, dan penilaian,
dan sebagainya.
(Supriadie dan
Darmawan, 2012: 12)
B.
Pengertian
Bimbingan
Bimbingan
merupakan upaya pembimbing untuk membantu mengoptimalkan individu (Nurihsan, 2006:
7). Pembimbingan adalah proses membantu orang lain dalam menentukan pilihan
penting yang mempengaruhi kehidupannya (Gladding, 2012: 5).
C.
Pengertian
Individu
Individu
adalah sesuatu kesatuan yang masing-masing memiliki ciri khasnya masingmasing, dan
karena itu tidak ada indi vidu yang sama persis meskipun kembar, satu dengan yang
lainya berbeda. Seorang pendidik yang bam pertama kali berada di muka kelas,
mungkin baru menyadari bahwa dari sekian banyak siswa yang dihadapi itu
ternyata beragam dalam hal karakteristik fisiknya, kecerdasan kecakapan), gaya dan cara belajar, komunikasi,
mengerjakan tugas, cara menyelesaikan problem, kepribadian, pola kepemimpinan
keluarga, penyesuaian sosial dan emosional dan lain sebagainya.
Ada
dua faktor yang menyebabkan adanya perbedaan individual, yakni faktor warisan karena
kelahiranya dan faktor perkembangan dan pengalamannya (lingkungan). Antara kedua
faktor tersebut terjadi konvergensi. Mungkin pada satu individu faktor
keturunan lebih dominan, sedangkan individu yang lain justru faktor lingkungan
lebih dominan.
Jenis-jenis Perbedaan
Individual
Perbedaan
individual menunjukan banyaknya variasi dan variabilitas. Ada baiknya kiranya
perbedaan-perbedaan itu ditinjau lebih jauh dan lebih khusus, terutama pada beberapa
jenis aspek perbedaan serta ciri-cirinya.
a. Kecakapan
Individu
memiliki kecakapan tertentu bukan karena warisan dari keturunan semata-mata, melainkan juga karena perkembangan dan
pengalamannya. Dengan demikian kecakapan individu dapat berupa kecakapan dasar (potensial
ability) maupun kecakapan nyata (actual ability). Kecakapan
potensial, menunjukkan kepada aspek kecakapan yang masih terkandung dalam diri
yang bersangkutan yang diperolehnya secara herediter, yang mungkin dapat berupa
abilitar dasar umum (general inteligence) maupun abilitar dasar khusus
dalam bidang tertentu (bakat, attitudes). Sedangkan kecakapan nyata,
menunjukkan kepada aspek yang dapat segera didemonstrasikan dan diuji sekarang
juga karena hasil usaha atau belajar yang bersangkutan dengan cara, bahkan
dalam hal-hal tertentu yang telah dijalaninya (achievement, prestasi).
Kecakapan
versi Gardner dikenal dengan kecakapan majemuk (multiple intellegences). Delapan
kecakapan yang tercakup dalam kecakapan majemuk adalah:
1. Linguistic
Intellegences (Word smart)
2. Logical-mathmatical
intellegence (number/reasoning Smart)
3. Visual-Spatial
Intellegence (picture Smart)
4. Bodily-Kinestetic
Intellegence (body Smart)
5. Musical
Intellegence (Music Smart)
6. Interpersonal
intellegence (People Smart)
7. Intrapersonal
Intellegence (Self Smart)
8. Naturalist
Intellegence (Nature Smart)
b. Perbedaan Kepribadian
Dalam
konsepsi Psikologi, belum ada kesepakatan tentang arti dan definisi "kepribadian",
sehingga banyaknya definisi kepribadian sebanyak ahli yang mencoba merumuskannya.
"Kepribadian" menurut Allport adalah sebuuh organisasi dinamis di dalam
sistem psikis dan fisik individu yang menentukan karakteristik perilaku dan pikirannya.
Sedangkan menurut Pervin dan John kepribadian mewakili karakteristik individu
yang terdiri dari pola-polapikiran, perasaan dan perilaku yang konsisten."
Sedangkan menurut Adler adalah gaya hidup individu atau cara yang khas dari
individu tersebut dalam memberikan respons terhadap masalah-masalah hidup.12 Sedangkan
menurut Chaplin Kepribadian adalah integrasi dari dan sifat-sifat tertentu yang
dapat diselidiki dan dijabarkan untuk menyatakan kualitas yang unik dari
individu.
Menurut
Hippocrates, kepribadian manusia terbagi menjadi 4 tipe15, yaitu : Pertama choleris
. Sifat khas kepribadian ini; hidup, besar semangat, keras, daya juang besar.
hatinya mudah terbakar, dan optimis. Kedua Melankolis. Sifat khas tipe
ini adalah; mudah kecewa, dayajuang kecil, muram, dan fesimistis., Ketiga phlegmatic.
Sifat-sifat khasnya antara lain; tak suka berburu-buru (calm, tenang), tak mudah
dipengaruhi, setia., Keempat Sanuinis. Sifat-sifat khas yang muncul pada
tipe kepribadian ini yaitu; hidup, mudah berganti haluan, ramah, lekas
bertindak tapi juga lekas berhenti.
c. Perbedaan
GayaBelajar
Setiap
anak atau peserta didik memiliki cara belajar sendiri-sendiri yang dipandang efektif
dalam belajar. Cara belajar atau kesenangan belajar yang sering juga disebut gaya
belajar (learning style) diartikan sebagai karaktreristik dan preferensi atau
pilihan individu mengenai cara mengumpulkan informasi, menafsirkan,
mengorganisasi, merespon, dan memikirkan informasi tersebut.
(Ichsan,
2009: 34-39)
Model Pembelajaran Individual
Sejak
lama diketahui adanya perbedaan berbagai individu, termasuk dalam gaya belajar
peserta didik. Peserta didik memproduksi sendiri pengetahuan secara teliti, lebih
teliti, dan lebih dalam terhadap konsep pembelajaran. Pembelajaran secara
individual tampak pada perilaku atau kegiatan pendidik dalam mengajar yang
menitikberatkan pada pemberian bantuan dan bimbingan belajar kepada tiap-tiap
peserta didik secara individual. Susunan tujuan belajar yang didesain untuk
belajar mandiri harus disesuaikan dengan karakteristik individual dan kebutuhan
tiap peserta didik. Bentuk-bentuk belajar mandiri antara lain adalah self instruction
(semacam modul), independent study, individualized prescribed
instruction, dan self pacet learning.
(Usman, 2012: 261)
Ciri-Ciri Model Pembelajaran Berbasis
Bimbingan dan Konseling.
Pembelajaran berbasis
bimbingan memiliki ciri-ciri berikut:
- Diperuntukkan bagi semua peserta didik dalam arti kata
merupakan suatu kinerja yang berorientasi sepenuhnya terhadap kebutuhan
individual peserta didik;
- Sangat memperhatikan keamanan psikologis peserta didik
baik dalam proses pembelajaran atau disaat prosesi istrahat;
- Memperlakukan peserta didik sebagai individu yang unik
dan sedang berkembang;
- Mengakui murid sebagai individu yang bermartabat dan
berkemampuan;
- Penuh penghargaan;
- Pemberian reward untuk semua prestasi peserta didik
baik itu prestasi yang besar ataupun yang kecil sekalipun. Contohnya disaat
ada murid yang tiba- tiba bisa menjawab pertanyaan gurunya lalu disana
diberilah reward ‘pujian’. Tujuannya agar murid mampu secara komprehensif
mengendalikan emosi semangatnya agar tetap stabil dan tidak menurun. Karna
terbukti disaat seseorang dipuji atas kebisaannya maka gelora semangat
akan muncul secara menggebu. Maka dari itu hal inilah yang harus
dimanfaatkan untuk pembimbingan anak.
- Menghindari hukuman fisik agar tidak terjadi kecacatan
mental dini dalam dunia pendidikan. Disaat orang disentuh fisiknya tidak
lebih baik dari pada disentuh secara psikologis atau mental.
- Demokratis bahwa disetiap pembelajaran yang berbau
bimbingan pembimmbingan wajib mendengarkan suara peserta didik terlebihdahulu.agar terjadi
komunikasi yang baik dan mendapat pemecahan masalah yang mendalam dan
runut.
- Terarah ke pengembangan segenap aspek perkembangan anak
secara menyeluruh dan optimal; dan
- Disertai dengan berbagai sikap guru yang positif dan
mendukung aktualisasi berbagai minat, potensi, dan kapabilitas murid sesuai
dengan norma-norma kehidupan yang dianut.
(Anonim, 2012)
D.
Implikasi
Sebagai guru mata
pelajaran, pembelajaran berbasis bimbingan diperlukan sebagai upaya
mengoptimalkan pembejaran. Seperti yang telah diketahui bahwa sebagai seorang
guru harus mengerti kondisi siswanya. Dengan adanya pembelajaran berbasis
bimbingan yang lebih menekankan pada pengembangan individu, guru diharapkan
dapat member bantuan kepada siswa dalam menghadapi masalah belajar dan
mengembangkan potensi diri. Namun, pengggunaan bimbingan dalam pembelajaran
tidak boleh dilakukan setiap kesempatan karena selain terkesan monoton,
penggunaan bimbingan juga cenderung menghabiskan lebih banyak waktu untuk
memberikan pelayanan bagi semua siswa. Pemberian pembelajaran berbasis
bimbingan juga dapat dilakukan secara kelompok untuk menghemat waktu. Selain itu,
pembelajaran berbasis bimbingan harus disertai dengan kesiapan guru itu
sendiri. Guru harus menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman dan bervariasi
bagi siswa sehingga siswa dapat belajar dengan baik dan efisien.
Sumber:
Anonim. (2012). MODEL
PEMBELAJARAN BERBASIS BIMBINGAN DAN KONSELING. [Online]. Tersedia: https://fingeridea.wordpress.com/2012/05/23/model-pembelajaran-berbasis-bimbingan-dan-konseling/
(9 April 2015)
Gladding, Samuel T.
(2012). KONSELING Profesi yang
Menyeluruh, Edisi keenam, Edisi Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Indeks.
Ichsan. (2009). PEMBELAJARAN BERBASIS PERBEDAAN INDIVIDUAL.
[Online]. Tersedia: http://digilib.uin-suka.ac.id/8622/1/ICHSAN%20PEMBELAJARAN%20BERBASIS%20PERBEDAAN%20INDIVIDUAL.pdf
(9 April 2015)
Nurihsan, Achmad
Juntika. (2006). BIMBINGAN DAN KONSELING.
Bandung: Refika Aditama.
Supriadie, Didi dan Deni Darmawan. (2012). Komunikasi Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Usman, Muhammad Idris. (2012). MODEL MENGAJAR DALAM PEMBELAJARAN: ALAM SEKITAR, SEKOLAH KERJA,
INDIVIDUAL, DAN KLASIKAL. [Online]. Tersedia: http://www.uin-alauddin.ac.id/download-10%20MODEL%20MENGAJAR%20DALAM.pdf
(9 April 2015)
Komentar
Posting Komentar