KONSEP BIMBINGAN DAN KONSELING



A.    Konsep Bimbingan
1.      Pengertian Bimbingan
Bimbingan merupakan upaya pembimbing untuk membantu mengoptimalkan individu (Nurihsan,2006:7). Pembimbingan adalah proses membantu orang lain dalam menentukan pilihan penting yang mempengaruhi kehidupannya (Gladding,2012:5).
Model yang berkembang saat ini adalah bimbingan perkembangan. Visi bimbingan perkembangan yaitu:
a. Edukatif, karena bimbingan perkembangan ditekankan pada pencegahan dan pengembangan bukan hanya korektif dan teurapetik.
b.      Pengembangan, karena bimbingan perkembangan focus pada mengoptimalkan seluruh aspek kepribadian individu dengan stategi rekayasa lingkungan perkembangan.
c.    Outreach, karena target populasi layanan bimbingan meliputi semua individu dengan semua aspek kepribadiannya.

2.      Tujuan bimbingan
Tujuan bimbingan yaitu:
a. Dapat merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karier serta kehidupannya di masa mendatang.
b.      Dapat mengoptimalakan potensi iri yang diniliki.
c.       Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan.
d.      Dapat mengatasi kesulitan individu dalam kehidupannya.
Untuk mencaai tujuan tersebut, maka individu harus memiliki kesempatan:
a.       Mengenal dan memahami potensi, kekuatan dan tugasnya.
b.      Mengenal dan memahami potensi lingkungan.
c.       Mengenal dan memahami tujuan hidup dan cara pencapaiannya.
d.      Memahami dan mengatasi kesulitannya sendiri.
e.       Menggunakan kemapuannya untuk kepentingan pribadi maupun orang lain.
f.       Menyesuaikan diri dengan lingkungan.
g.      Mengembangkan potensi diri seoptimal mungkin.

3.      Fungsi bimbingan
Fungsi bimbingan adalah
a.       Fungsi pengembangan, fungsi dalam mengembangkan seluruh potensi individu.
b.      Fungsi penyaluraan, fungsi dalam membantu individu dalam menetapkan karier.
c.      Fungsi adaptasi, fungsi membantu aparat pendidikan dalam mengadaptasikan program pendidikan sesuai latar belakang dan minat bakat individu.
d.     Fungsi penyesuaian, fungsi membantu individu menyesuaikan diri dengan lingkungan.

4.      Prinsip bimbingan
Prinsip bimbingan yaitu:
a.  Bimbingan adalah proses membantu individu dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi.
b.      Berfokus pada individu yang dibimbing.
c.       Pemahaman terhadap kekhasan setiap individu.
d.   Masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh tim pembimbing di sekolah hendaknya diserahkan kepada ahli yang berwenang.
e.       Bimbingan dimulai dari identifikasi kebutuhan individu.
f.       Bimbingan harus luwes dan fleksibel sesuai kebutuhan.
g.      Program bimbingan harus sesuai dengan program pendidikan yang dilaksanakan.
h.      Bimbingan dilakukan oleh ahli.
i.        Bimbingan harus dievaluasi untuk mengetahui pelaksanaan program dan hasilnya.

B.     Konsep Konseling
1.      Pengertian konseling
Konseling adalah hubungan tatap muka yang bersifat rahasia, penuh dengan sikap penerimaan dan pemberian kesematan dari konselor kepada klien. Karakteristik uatam kegiatan konseling yaitu:
a.       Konseling merupakan hubungan yang bersifat membantu.
b.      Hubungan dalam konseling bersifat interpersonal.
c.       Kualitas konseling ditentukan oleh kualitas hubungan konselor dan kliennya.

2.      Tujuan konseling
Tujuan konseling diantaranya adalah:
a. Mengadakan perubahan pada diri klien sehingga memungkinkan hidupnya lebih produktif dan memuaskan.
b.      Memelihara dan mencapai kesehatan mental yang positif.
c.       Penyelesaian masalah.
d.      Mencapai keefektifan pribadi.
e.       Mendorong individu mampu mengambil keputusan yang penting bagi dirinya.

Sumber:
Gladding, Samuel T. (2012). KONSELING Profesi yang Menyeluruh, Edisi keenam, Edisi Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Indeks.
Nurihsan, Achmad Juntika. (2006). BIMBINGAN DAN KONSELING. Bandung: Refika Aditama.

Komentar

Postingan Populer