Masalah Siswa dan Strateginya

Menurut Nurihsan (2006), terdapat empat jenis masalah yang terdapat pada individu yang terbagi dalam bidang-bidang berikut.

1. Masalah akademik

Adapun yang termasuk masalah-masalah akademik, yaitu pengenalan kurikulum, pemilihan jurusan/konsentrasi, cara belajar, penyelesaian tugas-tugas dan latihan, pencarian serta penggunaan sumber belajar, perencanaan pendidikan lanjutan, kesulitan belajar, dan lain-lain.

2. Masalah sosial pribadi

Adapun yang tergolong dalam masalah-masalah sosial-pribadi adalah masalah hubungan dengan sesama teman, guru, serta staff, pemahaman sifat dan kemampuan diri, penyesuaian diri dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat tempat mereka tinggal, serta penyelesaian konflik.

3. Masalah karier

Adapun yang tergolong dalam permasalahan karier yaitu pemahaman terhadap jabatan dan tugas-tugas kerja, pemahaman kondisi dan kemampuan diri, pemahaman kondisi lingkungan, perencanaan dan pengembangan karier, penyesuaian pekerjaan, dan lainl-lain.

4. Bimbingan keluarga

Adapun yang termasuk dalam permasalahan dalam keluarga yaitu ketidakharmonisan rumah tangga (broken home), kesulitan menyesuaikan diri dengan norma keluarga, merasa terkucilkan dalam keluarga, kesulitan memahami tugas dan kewajibannya, dan lain-lain.

Dilihat dari pendekatannya, bimbingan dibedakan atas empat pendekatan, yaitu (1) pendekatan krisis; (2) pendekatan remedial; (3) pendekatan preventif; (4) pendekatan perkembangan.

1. Pendekatan krisis

Pendekatan krisis disebut juga pendekatan kuratif merupakan upaya bimbingan yang diarahkan kepada individu yang mengalami krisis atau masalah. Bimbingan ini bertujuan mengatasi krisis atau masalah-masalah yang dialami individu. Dalam pendekatan krisis pembimbing menunggu individu yang datang. Selanjutnya, mereka memberikan bantuan sesuai dengan masalah yang dirasakan individu.

Pendekatan ini banyak dipengaruhi oleh aliran psikoanalisis. Psikoanalisis menekankan pengaruh peristiwa-peristiwa masa lampau sebagai hal yang menentukan bagi berfungsinya kepribadian individu saat ini. Pengalaman-pengalaman masa lima atau enam tahun pertama kehidupan individu menurut psikoanalisis dapat menjadi akar dari krisis individu yang bersangkutan pada masa kini.



2. Pendekatan remedial

Pendekatan remedial merupakan pendekatan bimbingan yang diarahkan kepada individu yang mengalami kelemahan atau kekurangan. Tujuan bimbingan ini adalah untuk membantu memperbaiki kekurangan/kelemahan yang dialami individu. Dalam pendekatan ini, pembimbing memfokuskan tujuannya pada kelemahan-kelemahan individu dan selanjutnya berupaya untuk memperbaikinya.

Pendekatan remedial banyak dipengaruhi aleh aliran psikologi behavioristik. Psikologi behavioristik menekankan perilaku individu di sini dan saat ini. Saat ini, perilaku dipengaruhi oleh suasana lingkungan pada saat ini pula. Oleh sebab itu, untuk memperbaiki perilaku individu perlu ditata lingkungan yang mendukung perbaikan perilaku tersebut.



3. Pendekatan preventif

Pendekatan preventif merupakan pendekatan yang diarahkan pada antisipasi masalah-masalah umum individu, mencegah jangan sampai masalah tersebut menimpa individu. Pembimbing memberikan beberapa upaya, seperti informasi dan keterampilan untuk mencegah masalah tersebut.

Pendekatan preventif tidak didasari oleh teori tertentu yang khusus. Pendekatan ini mempunyai banyak teknik, tetapi hanya sedikit konsep.



4. Pendekatan perkembangan

Pendekatan perkembangan menekankan pada pengembangan potensi dan kekuatan yang ada pada individu secara optimal. Setiap individu memiliki potensi dan kekuatan-kekuatan tertentu melalui penerapan berbagai teknik bimbingan potensi, kemudian kekuatan-kekuatan tersebut dikembangkan. Dalam pendekatan ini, layanan bimbingan diberikan kepada semua individu, bukan hanya pada individu yang menghadapi masalah. Bimbingan perkembangan dapat dilaksanakan secara individual, kelompok, bahkan klasikal melalui layanan pemberian informasi, diskusi, proses kelompok, serta penyaluran bakat dan minat.



Implikasinya bagi guru mata pelajaran.

Sebagai guru mata pelajaran, mengetahui masalah siswa sangat penting untuk keefektifan belajar mengajar. Misalnya, siswa yang mengalami kesulitan belajar perlu diberikan perhatian khusus dan diterapkan metode pembelajaran yang dapat memudahkan siswa dalam memahami pelajaran. Selain itu dengan mengetahui masalah siswa, guru dapat membantu siswa dalam menyelesaikan masalah yang efeknya dirasakan siswa baik dalam waktu dekat (saat itu juga) atau untuk masa depan siswa seperti masalah pemilihan kelanjutan akademik dan pengembangan potensi. Sedangkan untuk masalah yang rumit dan membutuhkan ahli khusus, guru mata pelajaran dapat berkoordinasi dengan guru bimbingan atau langsung pada konselor untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Pendekatan yang mungkin dilakukan guru mata pelajaran dalam menyikapi masalah siswa adalah pendekatan preventif dan pendekatan perkembangan karena kedua pendekatan tersebut berupa pencegahan dalam menyikapi masalah yang mungkin terjadi di masa mendatang, dan juga sebagai persiapan kematangan siswa di masa depannya.



Sumber: Nurihsan, Achmad Juntika. 2006. Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. Bandung: PT. Refika Aditama


Komentar

Postingan Populer